Ayat-Ayat Cinta
Buah Dari Perjuangan
Tulisan ini lahir dari pengalaman dan perjalanan cinta orang-orang terdekat yang berada di sekelilingku. Hikmahnya aq dapat memetik kisah manis dari kisah-kisah mereka. “Buah dari sebuah perjuangan” aq kira cukup tepat di ambil sebagai judul dari tulisan ini. Hidup ini tidak lepas dari perjuangan-perjuangan (baca deh tulisanku yang lainnya “manusia, cinta dan perjuangan”). Tetapi tulisan ku yang satu ini lebih fokus pada perjuangan cinta menuju gerbang pernikahan. Perjuangan mereka yang berada dalam jalan menuju pernikahan, mulai dari hubungan yang kurang mendapat restu keluarga, hubungan dadakan hasil sebuah keyakinan solid. yahh memang hidup itu penuh perjuangan. Mungkin sebagian ada yang tidak sependapat dengan tulisan ini ” hari gini masih berjuang demi cinta gak penting” ya.. itu bagi mereka yang hanya berpikir dengan akal dan nafsu mereka yang gelap dan kelam. Coba deh pikir kalo seorang wanita menikah dengan tekanan orang tua yang tanpa di landasi rasa sayang dan kenal lebih dalam. Kata Orang yang paling dekat denganku yang mudah-mudahan Allah SWT kelak menjadikannya sebagai pendamping hidupku nantinya aaamiin. katanya “kalau seorang perempuan itu menikah tanpa rasa sayang dan kenal lebih mendalam dan saat telah menikah nanti masih terbayang dan teringat dengan orang yang berada di hatinya ia telah berzinah” Benar karena secara Fisik ia berhubungan dengan suaminya namun batin dan hatinya masih terpaut dengan orang lain yang lebih menyentuh hatinya.
Mereka ada yang mendaptkan keyakinan itu dalam 1 hari, 1 bulan, 1 tahun dan bahakan ada yang bertahun-tahun baru mendapatkan keyakinan. Loh kenapa ada yang sudah menikah selama bertahun-tahun telah menikah dengan kasih sayang toh akhirnya masih bercerai. Itu mereka yang menikah dengan keyakinan MATERI bukan keyakinan ILAHI. Keyakinan materi akan musnah hancur dan hilang karena MATERI adalah milik ILAHI, Dia akan murka karena ia telah di duakan dengan MATERI. Kenapa Selebritis yang Cantik, Tampan harta berliapat, rumah bertingkat masih dapat bercerai dan bahkan pernikahan mereka lebih muda daro seumur jagung KARENA MEREKA DENGAN KEYAKINAN MATERI BUKAN KEYAKINAN ILAHI. Lantas bagaimana mendapatkan Keyakianan Ilahi? itulah yang tidak dapat di defenisikan dengan kata-kata dan tidak dapt urai dengan tulisan. Keyakinan yang datang dari ILAHI bersifat BATINIAH, GHOIB dan sulit di inderai, tetapi jangan cepat mengambil keputusan karena JIN, SYAITAN, IBLIS dan sebangsanya juga GHOIB, Yang dapay memebadakan adalah TAUHID. Ingat kisah Syekh Abdul Qodir Jailani yang di datangi Raja IBLIS yang mengaku TUHAN, karena beliau dengan ILMU yang di KAruaniakn TUHAN kepadanya maka ia dapat membedakannya.
Ditulis dalam Tak Berkategori
Susahnya Membangun Sebuah Keyakinan
Maraknya kasus kawin cerai di kalangan sebritis Indonesia, membuat saya tergerak untuk sedikit beropini mengenai apa yang sebenarnya tengah terjadi ? apakah materi yang menjadi pungguk persoalaan ataukah kesempurnaan fisik yang menjadi ukuran. Kasus terakhir yang paling hangat di perbincangkan ialah kasus rumah tangga Ahmad Dhani dan Maia, dan Diva Indonesia Krisdayanti dan Anang.
Kesempurnaan fisik melimpah ruahnya materi yang di miliki para artis ternyata tidak menjadi jaminan bahwa rumah tangga mereka akan langgeng abadi. kaum awam seharusnya banyak berkaca dari perisitiwa ini, bahwa sesungguhnya fisik dan materi hanyalah bayang semu yang yang tiada sama sekali manfaat bila keduanya menjadi tujuan. Kaum awam malah banyak berkaca dan berkeinginan untuk hidup serba berkecukupan seperti kalangan artis. Rumah mewah, harta berlimpah dan lain sebagainya. Kenapa kita tidak berkaca dan mengambil pelajaran dari hal-hal kecil yang ada di lingkungan. Bukannya kita lalu tidak menginginkan harta, tahta dan kedudukan di dunia, tidak sama sekali, malahan Nabi besar Muhammad SAW mengajarkan umatnya dengan do’a “Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina azabannar”. Dunia dulu hasanah baru Akhirat yang hasanah. Namun realisasi manusia banyak yang salah arti Dunia menjadi kiblat, Dunia Menjadi tujuan, Dunia menjadi impian. Padahal Dunia adalah hal kecil bila kita menoleh ke akhirat sana.
Dalam hidup berumah tangga selayaknya membanfun dan menanam buah dan bibit keyakinan itu harus memang benar-benar di bangun sejak dua insan tengah melaksanakan “ta’aruf”, bukankah ada ayat al-qur’an yang berbunyi ” Dan Aku ciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal” Kenal dalam artian luas dan bahkan seluas langit dan bumi supaya kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warohmah.
Susahnya membangun sebuah keyakinan, tetapi susahnya membangun tidak sebanding dengan manisnya buah dari hasil usaha yang di dapat. Ibarat membangun sebuah rumah maka ada banyak yang harus di korbankan materi, waktu dan banyak lagi. Namun bila rumah telah selesai dibangun biar rumah kecil berlantai tanah beratap jerami. Tetapi kita tetap dapat berteduh dari panasnya matahari, dinginnya malam, basahnya air hujan. Kehidupan selebritis yang serba glamour, ternyata telah menjauhkan mereka dari “Suatu Keyakinan” akan kebesaran dan kemaha Agungan Allah SWT Tuhan segala zaman dan pemilik segalanya. Manisnya buah dari keyakinan tidak dapat di urai dengan kata dan timbangan materi dunia ini. Maka capailah keyakinan sampai pada maqom Haqqul Yakin.
Ditulis dalam Mata Pena
Bunda Oh Bunda
Bundaku dikau permata yang indah yang terus berkilau sampai akhir hayat, dan Allah SWT PASTI akan membalas atas semua yang telah engkau lakukan. Bunda do’aku delalu menyertaimu, karena kasih sayangmu dalam membimbing dan mengasuh, mengurus kami sampai sekarang bahkan sampai yunda jenny mo marieed pun kami tetap dalam peluk dan sayang dalam buaian cinta sang bunda. Bunda tak ada kata yang dapat di rangkai untuk membalas semua jasa yang telah dikau lakukan selama 20 tahunan lebih perjalanan kami.
Bunda yakinlah kebahagiaan HAKIKI kelak PASTI akan dikau dapatkan karena Dia tidak akan pernah berbohong. Sungguh meskipun nyalimu ciut dengan lingkungan sekitar dan engkau amat takut dengan orang-orang yang haus harta duniawi. Sesungguhnya HARTA HAKIKI telah engkau dapatkan tetapi dikau tidak menyadarinya. Karena memang HARTA itu kini hanya menjadi DEPOSITO yang kelak akan di cairkan oleh-Nya. Bunda jika DEPOSITO ini cair dunia ini tidak akan sanggup menampungnya. Bunda Yakinlah mererka hanyalah mayat-mayat hidup yang berbaju materi dan berakal nafsu. Buda dikau tak perlu takut, karena sesungguhnya kami bersamamu, hanya saja bahasa kita berbeda sehingga dikau amat sulit untuk memahami cinta dan sayang kami berdua.
Ditulis dalam About My Family