Maraknya kasus kawin cerai di kalangan sebritis Indonesia, membuat saya tergerak untuk sedikit beropini mengenai apa yang sebenarnya tengah terjadi ? apakah materi yang menjadi pungguk persoalaan ataukah kesempurnaan fisik yang menjadi ukuran. Kasus terakhir yang paling hangat di perbincangkan ialah kasus rumah tangga Ahmad Dhani dan Maia, dan Diva Indonesia Krisdayanti dan Anang.
Kesempurnaan fisik melimpah ruahnya materi yang di miliki para artis ternyata tidak menjadi jaminan bahwa rumah tangga mereka akan langgeng abadi. kaum awam seharusnya banyak berkaca dari perisitiwa ini, bahwa sesungguhnya fisik dan materi hanyalah bayang semu yang yang tiada sama sekali manfaat bila keduanya menjadi tujuan. Kaum awam malah banyak berkaca dan berkeinginan untuk hidup serba berkecukupan seperti kalangan artis. Rumah mewah, harta berlimpah dan lain sebagainya. Kenapa kita tidak berkaca dan mengambil pelajaran dari hal-hal kecil yang ada di lingkungan. Bukannya kita lalu tidak menginginkan harta, tahta dan kedudukan di dunia, tidak sama sekali, malahan Nabi besar Muhammad SAW mengajarkan umatnya dengan do’a “Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina azabannar”. Dunia dulu hasanah baru Akhirat yang hasanah. Namun realisasi manusia banyak yang salah arti Dunia menjadi kiblat, Dunia Menjadi tujuan, Dunia menjadi impian. Padahal Dunia adalah hal kecil bila kita menoleh ke akhirat sana.
Dalam hidup berumah tangga selayaknya membanfun dan menanam buah dan bibit keyakinan itu harus memang benar-benar di bangun sejak dua insan tengah melaksanakan “ta’aruf”, bukankah ada ayat al-qur’an yang berbunyi ” Dan Aku ciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal” Kenal dalam artian luas dan bahkan seluas langit dan bumi supaya kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warohmah.
Susahnya membangun sebuah keyakinan, tetapi susahnya membangun tidak sebanding dengan manisnya buah dari hasil usaha yang di dapat. Ibarat membangun sebuah rumah maka ada banyak yang harus di korbankan materi, waktu dan banyak lagi. Namun bila rumah telah selesai dibangun biar rumah kecil berlantai tanah beratap jerami. Tetapi kita tetap dapat berteduh dari panasnya matahari, dinginnya malam, basahnya air hujan. Kehidupan selebritis yang serba glamour, ternyata telah menjauhkan mereka dari “Suatu Keyakinan” akan kebesaran dan kemaha Agungan Allah SWT Tuhan segala zaman dan pemilik segalanya. Manisnya buah dari keyakinan tidak dapat di urai dengan kata dan timbangan materi dunia ini. Maka capailah keyakinan sampai pada maqom Haqqul Yakin.
Komentar Terakhir